Sharing Experience-1 "I chose study nursing"
Perkenalkan saya Eli Ermawati, biasa akrab dipanggil Eli dilingkungan sekolahan dan dipanggil Erma jika di lingkungan keluarga.
Alhamdulillah Saya sekarang mahasiswa semester 5 Ilmu keperawatan Universitas Diponegoro angkatan 2017. Saya ingin berbagi pengalama saya mengapa saya memilih nelanjutkan jenjang pendidikan saya dijurusan Ilmu Keperawatan.
Flashback waktu SMA dan perisapan snmptn. Sebenarnya tidak ada alasan serius yang mendasari pilihan ini. Tetapi jika saya telaah lebih jauh lagi ternyata ada berbagai kisah, peristiwa yang turut serta jadi pendukung kuat memilih jurusan ini.
Sad story, kelas 10 SMA saat ujian mid semester innalillah keluarga saya mendapat musibah, bapak saya kecelakaan cukup parah. Bapak dirujuk ke Puskesmas Jakenan lalu dibawa ketiga rumah sakit, ke RSUD Soewondo Pati - RS KSH- RS Kustati Solo. Waktu itu bapak mendapat pelayanan yang kurang memuaskan di salah satu RS tersebut. Ruangan penuh akhirnya bapak harus menunggu hampir 3 jam di depan ruang rawat inap, setelah keluar dari UGD. Selama 3 hari di RS penanganannya kurang cepat, bapak sudah meronta kesakitan tapi belum ada tindakan lebih lanjut, di rontgen menunggubhasilnya besoknya lagi, menunggu diagnosa dokternya hasilnya masih besoknya lagi juga. Akhirnya saya tidak sabar dan meminta pindah RS akhirnya dirujuk ke RS swasta dan disitu bapak langsung di IGD dan pihak RS mengatakan tidak sanggup diminta di rujuk ke RS Kustati orthopedi di Solo. Di RS Kustati bapak langsung besoknya dijadwalkan operasi. Dari kisah inilah awal mulanya saya mulai tertarik di dunia kesehatan. Saya mulai suka biologi dan sejenisnya.
Saat itu melihat kondisi bapak saya seperti itu saya sangat terpukul saya berfikir panjang kedepan siapa yang akan membiayai sekolah saya, siapa yang akan menghidupi keluarga saya, apa saya bisa melanjutkan sekolah lagi. Dari situlah saya bangkit, saya berjanji pada diri saya, saya harus giat belajar saya harus berprestasi agar kelak saya mendapatkan beasiswa dan diterima diPTN jalur undangan.
Saya pas SMP tidak terlalu pintar, tidak fokus belajar, masih suka main-main. Pas SMA saya mulai rajin belajar, saya ikut banyak ekstrakulikuler, ikut tergabung olimpiade sains matematika bidang Biologi. Masa SMAku penuh perjuangan, alhamdulillah kelas 10 saya mendapat peringkat 1 dikelas dan paralel 2 disekolah dan saya masih meneurkan bakat saya pas SMP ikut lomba lari dan juara 1 tingkat SMA SMK sekabupaten Pati. Saya mengikuti OSN Biologi tetapi saya belum pernah berhasil sampai tingkat kabupaten ataupun Provinsi.
Kelas 11 saya masih aktif diberbagai organisasi sekolah dari OSIS, Pramuka Dewan Ambalan, ROHIS dan ekstra BTQ. Kelas 10 memakai kurikulum 2013 saya berkesempatan belajar matapelajaran peminatan IPS salah satunya ekonomi. Kata Pak Fuad guru ekonomi saya, nilai UAS ekonomi saya tertinggi disekolah karena itu saya dipilih beliau untuk bergabung di tim Lomba Debat Ekonomi di USM. Saya belajar banyak tentang public speaking. Alhamdulillah tim saya mendapat juara 3.
Saya sempat ditawari untuk gabung di OSN Ekonomi tetapi saya memilih OSN Biologi karena Bu Ririnpun meminta saya kembali bergabung, saat kelas 10 saya tidak terpilih ke tim inti OSN Biologi tetapi dikelas 11 saya diminta gabung kembali. Tentunya saya memilih bidang yang linier dengan jurusan saya yaitu IPA.
Karena aktif di ROHIS alhamdulillah saya berkesempatan dipilih Pak Aris guru agama sebagai delegasi SMA Kabupaten Pati untuk emngikuti Kemah ROHIS Nasional di Cibubur 2016. Dari sini saya mendapat banyak relasi dan pengalaman yang berharga. Sayapun masih mengikuti lomba lari tingkat SMA SMK mendapat juara 3, kemampuan atletik saya menurun karena jarang latihan rutin. Aktif diberbagai kegiatan tidak menyurangi semangat belajar saya, tetapi saya sedikit kacau dalam manajemen waktu yang berpengaruh ke peringkat saya. Saya mendapat peringkat paralel 3 disekolah.
Kelas 12 SMA saya mulai fokus untuk UN menggali informasi seputar PTN jurusan dll, dan menggali minat bakat saya ingin jurusan dan fokus diapa. Kelas 12 saya kenal dengan Bu Varuni karena keaktifan saya di kelas, dan pengalaman pernah memenagkan lomba debat ekonomi dikelas 11 beliau memilih saya untuk mewakili lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat SMA sekabupaten Pati. Saya belum berhasil memboyong juara, waktu itu tim saya mendapat harapan satu.
Pencapaian-pencapaian itu semua tidak semudah dan segampang orang lain bayangkan. Usaha kerja keras, latihan, belajar dengan keras telah kulalui untuk meraih itu semua. Mulai dari harus meluangkan waktu belajar OSN Biologi yang sungguh memusingkan kepala. Latihan lari dengan berpeluh keringat dan capek tiap kali latihan. Aktif di organisasi yang juga menyita waktu, mengatur waktu belajar, berorganisasi, kegiatan lainnya. Dan tentunya bimbingan guru yang sungguh kuar biasa.
Tetapi itu semua saya nikmati dengan senang hati. Kelas 10-11-12 saya rajin sekali sholat dhuha, sholat sunnah, puasa. Saya meminta agar dimudahkan rizki, saya bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Alhamdulillah Allah mudahkan, Allah berikan petunjuk, Allah siapkan langkah demi langkah cara mencapai itu. Di kelas 12 sama berkesempatan bisa mendaftar ke PTN melalui jalur undangan.
Kembali ke topik memilih jurusan keperawatan. Awalnya saya sangat bimbang saya suka Biologi tapi saya bosan ketika harus berkutat menghafal bayangan saya awalnya seperti itu. Karena belum unya pandangan luas, dan belum punya mentor untuk kuliah nanti seperti apa dan gimana.
Oh iya tentang kampus impian, dari dulu saya inginnya di UNDIP. Tiapkali ditanya pengen lanjut dimana pasti saya jawab dengan lantang pengwn di UNDIP, karena kenalan kakak tingkat yang saya tahu kebanyakan ya di UNDIP.
Sayapun terlalu fokus sama informasi yang saya dapatkan dari internet jurusan favorit kampus tujuan, track record alumni dll. Akhirnya saya istikhoroh minta petunjuk sama Allah mohon diyakinkan antara pengen jurusan perawat, biologi atau tekim waktu itu. Atas restu orang tua dan kemantapan hati tanpa tahu lebih jauh bagaimana kedepannya saya mantap memilih jurusan keperawatan dipilihan pertama.
Saat pengumuman SNMPTN tiba.. Alhamdulillah saya diterima di jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro.
Dengan beasiswa penuh sampai lulus yaitu beasiswa bidikmisi dan beasiswa Kader Surau YBM BRI.
Terimakasih semuanya, tidak ada sedikitpun maksud untuk tinggi hati atau pamer. Saya ingin kisah saya ini bisa memotivasi banyak orang. Karena dibalik kesulitan tantangan rintangan yang kita hadapi masih ada harapan peluang yang masih bisa kita perjuangkan dengan usaha dan doa untuk meraih apa yang kita impikan.
Ini tentu belum akhir dari perjuanganku justru ini titik awal perjuanganku dibangku perkuliahan ini.
Tembalang, 29 Juli 2019
eliermawati.07.99@gmail.com
Ig : eli_ermawa
Fb : Eli Ermawati
Line : eli_ermawa
Alhamdulillah Saya sekarang mahasiswa semester 5 Ilmu keperawatan Universitas Diponegoro angkatan 2017. Saya ingin berbagi pengalama saya mengapa saya memilih nelanjutkan jenjang pendidikan saya dijurusan Ilmu Keperawatan.
Flashback waktu SMA dan perisapan snmptn. Sebenarnya tidak ada alasan serius yang mendasari pilihan ini. Tetapi jika saya telaah lebih jauh lagi ternyata ada berbagai kisah, peristiwa yang turut serta jadi pendukung kuat memilih jurusan ini.
Sad story, kelas 10 SMA saat ujian mid semester innalillah keluarga saya mendapat musibah, bapak saya kecelakaan cukup parah. Bapak dirujuk ke Puskesmas Jakenan lalu dibawa ketiga rumah sakit, ke RSUD Soewondo Pati - RS KSH- RS Kustati Solo. Waktu itu bapak mendapat pelayanan yang kurang memuaskan di salah satu RS tersebut. Ruangan penuh akhirnya bapak harus menunggu hampir 3 jam di depan ruang rawat inap, setelah keluar dari UGD. Selama 3 hari di RS penanganannya kurang cepat, bapak sudah meronta kesakitan tapi belum ada tindakan lebih lanjut, di rontgen menunggubhasilnya besoknya lagi, menunggu diagnosa dokternya hasilnya masih besoknya lagi juga. Akhirnya saya tidak sabar dan meminta pindah RS akhirnya dirujuk ke RS swasta dan disitu bapak langsung di IGD dan pihak RS mengatakan tidak sanggup diminta di rujuk ke RS Kustati orthopedi di Solo. Di RS Kustati bapak langsung besoknya dijadwalkan operasi. Dari kisah inilah awal mulanya saya mulai tertarik di dunia kesehatan. Saya mulai suka biologi dan sejenisnya.
Saat itu melihat kondisi bapak saya seperti itu saya sangat terpukul saya berfikir panjang kedepan siapa yang akan membiayai sekolah saya, siapa yang akan menghidupi keluarga saya, apa saya bisa melanjutkan sekolah lagi. Dari situlah saya bangkit, saya berjanji pada diri saya, saya harus giat belajar saya harus berprestasi agar kelak saya mendapatkan beasiswa dan diterima diPTN jalur undangan.
Saya pas SMP tidak terlalu pintar, tidak fokus belajar, masih suka main-main. Pas SMA saya mulai rajin belajar, saya ikut banyak ekstrakulikuler, ikut tergabung olimpiade sains matematika bidang Biologi. Masa SMAku penuh perjuangan, alhamdulillah kelas 10 saya mendapat peringkat 1 dikelas dan paralel 2 disekolah dan saya masih meneurkan bakat saya pas SMP ikut lomba lari dan juara 1 tingkat SMA SMK sekabupaten Pati. Saya mengikuti OSN Biologi tetapi saya belum pernah berhasil sampai tingkat kabupaten ataupun Provinsi.
Kelas 11 saya masih aktif diberbagai organisasi sekolah dari OSIS, Pramuka Dewan Ambalan, ROHIS dan ekstra BTQ. Kelas 10 memakai kurikulum 2013 saya berkesempatan belajar matapelajaran peminatan IPS salah satunya ekonomi. Kata Pak Fuad guru ekonomi saya, nilai UAS ekonomi saya tertinggi disekolah karena itu saya dipilih beliau untuk bergabung di tim Lomba Debat Ekonomi di USM. Saya belajar banyak tentang public speaking. Alhamdulillah tim saya mendapat juara 3.
Saya sempat ditawari untuk gabung di OSN Ekonomi tetapi saya memilih OSN Biologi karena Bu Ririnpun meminta saya kembali bergabung, saat kelas 10 saya tidak terpilih ke tim inti OSN Biologi tetapi dikelas 11 saya diminta gabung kembali. Tentunya saya memilih bidang yang linier dengan jurusan saya yaitu IPA.
Karena aktif di ROHIS alhamdulillah saya berkesempatan dipilih Pak Aris guru agama sebagai delegasi SMA Kabupaten Pati untuk emngikuti Kemah ROHIS Nasional di Cibubur 2016. Dari sini saya mendapat banyak relasi dan pengalaman yang berharga. Sayapun masih mengikuti lomba lari tingkat SMA SMK mendapat juara 3, kemampuan atletik saya menurun karena jarang latihan rutin. Aktif diberbagai kegiatan tidak menyurangi semangat belajar saya, tetapi saya sedikit kacau dalam manajemen waktu yang berpengaruh ke peringkat saya. Saya mendapat peringkat paralel 3 disekolah.
Kelas 12 SMA saya mulai fokus untuk UN menggali informasi seputar PTN jurusan dll, dan menggali minat bakat saya ingin jurusan dan fokus diapa. Kelas 12 saya kenal dengan Bu Varuni karena keaktifan saya di kelas, dan pengalaman pernah memenagkan lomba debat ekonomi dikelas 11 beliau memilih saya untuk mewakili lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat SMA sekabupaten Pati. Saya belum berhasil memboyong juara, waktu itu tim saya mendapat harapan satu.
Pencapaian-pencapaian itu semua tidak semudah dan segampang orang lain bayangkan. Usaha kerja keras, latihan, belajar dengan keras telah kulalui untuk meraih itu semua. Mulai dari harus meluangkan waktu belajar OSN Biologi yang sungguh memusingkan kepala. Latihan lari dengan berpeluh keringat dan capek tiap kali latihan. Aktif di organisasi yang juga menyita waktu, mengatur waktu belajar, berorganisasi, kegiatan lainnya. Dan tentunya bimbingan guru yang sungguh kuar biasa.
Tetapi itu semua saya nikmati dengan senang hati. Kelas 10-11-12 saya rajin sekali sholat dhuha, sholat sunnah, puasa. Saya meminta agar dimudahkan rizki, saya bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Alhamdulillah Allah mudahkan, Allah berikan petunjuk, Allah siapkan langkah demi langkah cara mencapai itu. Di kelas 12 sama berkesempatan bisa mendaftar ke PTN melalui jalur undangan.
Kembali ke topik memilih jurusan keperawatan. Awalnya saya sangat bimbang saya suka Biologi tapi saya bosan ketika harus berkutat menghafal bayangan saya awalnya seperti itu. Karena belum unya pandangan luas, dan belum punya mentor untuk kuliah nanti seperti apa dan gimana.
Oh iya tentang kampus impian, dari dulu saya inginnya di UNDIP. Tiapkali ditanya pengen lanjut dimana pasti saya jawab dengan lantang pengwn di UNDIP, karena kenalan kakak tingkat yang saya tahu kebanyakan ya di UNDIP.
Sayapun terlalu fokus sama informasi yang saya dapatkan dari internet jurusan favorit kampus tujuan, track record alumni dll. Akhirnya saya istikhoroh minta petunjuk sama Allah mohon diyakinkan antara pengen jurusan perawat, biologi atau tekim waktu itu. Atas restu orang tua dan kemantapan hati tanpa tahu lebih jauh bagaimana kedepannya saya mantap memilih jurusan keperawatan dipilihan pertama.
Saat pengumuman SNMPTN tiba.. Alhamdulillah saya diterima di jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro.
Dengan beasiswa penuh sampai lulus yaitu beasiswa bidikmisi dan beasiswa Kader Surau YBM BRI.
Terimakasih semuanya, tidak ada sedikitpun maksud untuk tinggi hati atau pamer. Saya ingin kisah saya ini bisa memotivasi banyak orang. Karena dibalik kesulitan tantangan rintangan yang kita hadapi masih ada harapan peluang yang masih bisa kita perjuangkan dengan usaha dan doa untuk meraih apa yang kita impikan.
Ini tentu belum akhir dari perjuanganku justru ini titik awal perjuanganku dibangku perkuliahan ini.
Tembalang, 29 Juli 2019
eliermawati.07.99@gmail.com
Ig : eli_ermawa
Fb : Eli Ermawati
Line : eli_ermawa




Comments
Post a Comment